Main api main gila

January 18, 2010

“Gimana ceritanya kok kamu bisa hampir makan siang sama Dito?”

Photobucket

Siang itu terasa begitu muram seiring dengan datangnya mendung kelabu yang menghalau sinar mentari. Mendung yang menghantarkan gerimis ke kota Surabaya dan dengan sukses membuatku terpaksa membatalkan rencana delivery ke rumah salah satu customer.

Shit. Aku sudah terlanjur berjanji mengantarkan hari ini atau aku akan memberikan dia bonus sebuah gelang cantik (semacam denda/ bonus atas keterlambatanku).

Alhasil siang itu pun, seusai meronce gelang seharga 35 ribu rupiah, gerimis pun kunikmati dengan chatting di YM! dengan seorang teman lama. Teman baik. Seorang pria,teman lawan jenis. Oh tapi kami selalu berteman tak pernah ‘lebih’. Marwan Limantara namanya.

Kubaca lagi kalimat diatas dengan seksama: “Gimana ceritanya kok kamu bisa hampir makan siang sama Dito?”

Apa yang harus kukatakan pada Marwan? Kurasa sudah cukup cerita yang kuketik disini? Tapi kurasa yang ingin Marwan tanyakan sebenarnya adalah, bukan dimana kami bertemu kembali (jawabnya adalah: di Faceook), tapi gimana kok sampai bisa ada niat hendak ‘bertemu’ kembali.

Photobucket

Lim Marwan : hey sibuk tah awakmu?
Jhanty Olivia : gak, cuma ngeronce pesenan.
Lim Marwan : eh … km ya… mau main apiiiii! niat selingkuh km yaaaa!!
Jhanty Olivia : heh, apa-apaan ini?!
Lim Marwan : Gmn critanya kok km bs hampir makan siang ma Dito?
Jhanty Olivia : apaan sihhhh?
Jhanty Olivia : kok kamu yakin kl itu dito?
Lim Marwan : 5 tahun lalu kan kisah cintamu ngglibetnya ma dito aja toh? am i wong?
Lim Marwan : wrong. sori typo.

DAMN! Emang postinganku bisa dengan segitu jelasnya ya menggambarkan bahwa lelaki itu adalah Dito??

Lim Marwan : heh!
Lim Marwan : lapo kok meneng ae?
Lim Marwan : nggondok ta?
Jhanty Olivia : ih, sori ya. emange aku ABG, pake acara nggondok sgl?
Lim Marwan : so?
Jhanty Olivia : so what?
Lim Marwan : back to topic deh ya, hurry up, i dont have much time! eh jhan, seumur-umur, km adl org terakhir yang kubayangkan akan berselingkuh dari suaminya…
Jhanty Olivia : shit.
Jhanty Olivia : idk.
Lim Marwan : kok bisa i dont know? kalian g jd bertemu kan?? jgn gila ya kamu!
Lim Marwan : serius deh! serius deh! what is wrong between you and your husband??
Jhanty Olivia : gak. gak ketemuan kok. nggaaaaaaakk!
Lim Marwan : upppsss! gtg. brb.

Ah sialan! Disaat aku sudah mau curhat tapi kami kembali terpisahkan oleh pekerjaan. Sial!

Photobucket

Lim Marwan : serius deh! what is wrong between you and your husband??

Damn it!

Pertanyaan itu…. Sungguh menohok.

Orang bilang, perselingkuhan terjadi karena ada salah satu pihak yang tidak puas kepada pasangannya, maka lalu ia mencari pelampiasan ditempat lain. Pelampiasan kepada orang lain.

Lalu apa yang membuatku sampai hampir saja nekat mau main api dibelakang Suamiku??

Maksudku, aku ga bermaksud GR bahwa Dito berusaha mengajakku ‘main gila‘. Tapi yaaa… Dito bukannya gak tau kan kalo aku sudah menikah? Facebook-ku memberi semua informasi yang dia mau tau!

Dan kita berdua tau lah, kalo pertemuan yang semestinya terjadi waktu itu, bukan sekedar antara dua kawan lama (mantan pacar, lebih tepatnya) yang sekedar haha-hihi ngobrol berdua!

Kurasa pertanyaan Marwan selanjutnya akan berupa : “Kenapa kok kamu sampai nekat mau menemui Dito?”

Dan jawabanku akan seperti ini saja: “Aku tidak tau,”

Images from : google & gettyimages.

Advertisements

it was a week ago…..

Photobucket

tuk tuk tuk tuk…

aku mengetuk-ketukkan jemari di meja cafe ini sambil sesekali melirik kearah arloji. sudah 20 menit saya nantikan dia datang, dan jika 5 menit lagi dia tidak tiba maka aku akan angkat kaki dari cafe ini. pers#tan dengan laparnya perut ini.

huh, orang dimeja sebelah memesan seporsi pasta, nampaknya sungguh enak. aku pun inginnya segera memesan makan siang hari ini, dengan menu spesial hari Senin adalah aneka pasta yang didiskon 30%.

Photobucket

aku dengan gelisah  menyeruput chocolate milkshake yang tersisa 1/3.

“Maaf Ibu, sudah siap untuk order?” tanya seorang waiter dengan halus.
“Belum Mas, masih menunggu teman,” tolakku ga kalah halusnya.

ah sudah pas 30 menit! menoleh kearah pintu masuk dengan harapan sosok yang dinanti akan muncul. sial, belum nampak juga batang hidungnya. meng-klik menu Facebook di BB, dan ternyata dia belum balas juga wall-ku.

tiba-tiba merasa bodoh. sungguh bodoh.
apa yang ku harapkan dari dirinya?

Photobucket

seseorang dari masa lalu yang tiba-tiba add aku di Facebook, saling sapa dan tertawa wall-to-wall selama beberapa hari terakhir ini. tawa dan candaan yang khas ‘kami dulu’.

ah sungguh 5 tahun tak saling kontak, dia terlihat tambah tampan! dan status-nya pun masih, single? hmmm… mungkinkah dia masih patah hati dengan perpisahan kami 5 tahun yang lalu dan belum menemukan ganti-nya diriku? huuuuu! GR sekali! hehehe.

“Silahkan Bu,” waiter yang tadi kupanggil, menyodorkan bill di mejaku. aku bayar dengan cash, tak sampai 50 ribu kok.

Photobucket

siang itu aku memang sudah berniat untuk mengunjungi mall ini. status Facebook semalam sebelumnya adalah, “Makan siang di Cafe X besok. Sungguh rencana yang menyenangkan.”

Photobucket

tak disangka, beberapa menit sesudah update status itu, dia mengirimkan private message, mengajak bertemu pukul 12 siang. tak kubalas sampai tadi pagi! sungguh berdebar-debar semalaman tidur tak nyenyak! ya- gak -ya – gak – ya – gak. temui dia atau tidak? rindu ini membuncah sedemikian rupa hingga kutepis akal sehat ini dan menjawab,

“Ayo. Kutunggu ya! Masing ingat wajahku?”
“Mana mungkin aku lupa? Kan foto-mu begitu banyak di Facebook! tak banyak berubah kok, tetap seperti dulu,”
“Oke, see you there!”

dan kini, sudah pukul 12.40 dan dia belum datang dan bodohnya adalah : selain kontak di Facebook, kami belum saling bertukar nomer handphone!! jadi satu-satunya jalan menghubungi dia adalah melalui wall atau private message di Facebook saja!

ku masukkan uang kembalian kedalam dompet. sekali lagi kulirik pintu masuk cafe ini. terasa sesak didada-ku. ntahlah tak bisa kuterjemahkan. antara sedih dia tak datang atau….

tiditit.

handphone-ku berbunyi. ada SMS.

“Makan siang apa hari ini, sayang? Jadi makan pasta? Ah pasta buatanmu masih lebih enak. Hati-hati dijalan, pilih taksi yang bagus dan terpercaya ya!”

suamiku yang mengirimkan SMS itu.

ah, tidaaaaaak!
apa yang hampir saja kulakukan??

Photobucket

dengan lekas kutinggalkan cafe itu, berjalan dengan tergesa kearah pintu keluar mall dan naik ke taksi. taksi yang bagus dan terpercaya seperti pesan suamiku.

didalam taksi aku menangis tanpa suara.

****

Photobucket

malamnya, setelah suami terlelap, kunyalakan laptop dan ada pesan di inbox Facebook-ku. dari dia, “Sorry I couldnt make it today, mendadak ada panggilan untuk operasi. sungguh menyesal tidak sempat menghubungimu karena sinyal sungguh jelek di rumah sakit jadi tidak bisa konek ke Facebook. did you wait for me? can I ask your phone number please?”

ah mas dokter. aku tidak menyesal- tidak bertemu denganmu hari ini.

malam itu, ku-deactivate account Facebook-ku.

Images from : google & gettyimages.