Tante Antagonis

January 13, 2010

“Kamu itu mbok ya sekali-kali keluar rumah. Atau paling nggak ya keluar kamar! Kok sukanya di kamaaaaar terus! Apa nggak bosen to? Kuper kamu nanti! Sudahlah nggak kerja, nggak pernah keluar kamar,”

PLEASE DEH. It was 6 am in the morning and I have to listen to that woman, talking like that to me? Right in front of me? Oh dear God, I wish I could just disappear. Or let her stab me from the back, I dont care.

Fiuh… gini deh nasip-nya tinggal menumpang, belum bisa mandiri sendiri hidup berdua aja sama Suami.

Itu tadi pagi yang mengomel, adalah tante-nya Suamiku.  Tante Juwana, namanya. ‘Bulek’ kalo orang Jawa bilang. Adik dari Ibu Mertua.

Suamiku anak terakhir dari 5 bersaudara, dan sejak SMP memang sudah di-pek anak alias dianggep anak sama Tante-nya. Bapak-Ibu Mertua-ku tinggal di Kediri, sekitar 5 jam dari Surabaya. Dan Suami sudah tinggal bersama Tante-nya ini sejak dia SMP.

Sampai sekarang setelah menikah juga, Suamiku memutuskan untuk mengajakku tinggal disini karena kasihan sama Tante yang tinggal sendirian tanpa anak dan sudah ditinggal meninggal sama Oom sejak 5 tahun yang lalu.

“Aku ingin menikahi-mu, tapi aku ragu apakah kau mau tinggal denganku dan TANTE setelah kita menikah,” begitu kata Suami saat melamarku 3 tahun yang lalu.

Saat itu aku sudah beberapa kali bertemu Tante-nya, bahkan sebelum bertemu kedua orang-tuanya. Ya kan yang tinggal se-kota di Surabaya, Tante-nya saja.

“Wah Adam, cantik ya pacar-mu? Aduh Nak, kamu kok mau sih sama Adam? Dia ini item begini lho, hehehe,”

ini adalah kalimat manis yang pertama kali diucapkan Tante Juwana padaku. I was impressed with our first meeting at her house, demikian pula pertemuan kedua (makan siang bertiga di hari Minggu), dan pertemuan ketiga (saat mempersiapkan pernikahan, aku mengajak Tante ke JMP untuk memilihkan kain seragam untuk pihak keluarga calon Suami).

Ketiga pertemuan itu berjalan lancar. Ya mungkin karena pada saat itu paling lama kami hanya bersua 3-4 jam saja. Beda dong dengan setelah menikah yang tinggal bersama dirumah Tante.

“Jhanty, nggak apa-apa kan menemani Tante dirumah ini? Tolong ya Jhanty, Tante sudah nggak punya siapa-siapa lagi kecuali Adam di Surabaya ini,”

And I was like, OK. How bad can it be? Tante sosok orang tua yang menyenangkan. Beliau berselera dan berjiwa muda kok, mungkin karena bekerja sebagai Dosen jur. Ekonomi di sebuah PTS, membuat beliau senantiasa berinteraksi dengan anak muda.

Sebulan dua bulan tiga bulan, sampai enam bulan pertama sih tidak pernah ada masalah diantara kami bertiga. Begitu memasuki bulan ke-tujuh, wow mulai deh. Reseh-resehnya Tante Juwana keluaaaaarrrr semuaaaaaa!

“Ini lho Adam, istri-mu ini loh kok setiap pagi gak pernah keliatan bersih-bersih dirumah? Sampek malu tante, tiap pagi tante yang sapu teras dan halaman. Jadi bahan omongan tetangga, kenapa kok tante yang mengerjakan kerjaan seperti ini? Padahal tante masih harus berangkat mengajar jam 7 pagi,”

“Jhanty masakanmu ini lho, sudah kamu bumbui apa belum sih? Sudah kamu kasih garam belum? Rasanya kok anyep begini (anyep = hambar)? Apa sekarang seleranya Adam sudah berubah? Kok dia dulu setahu Tante suka sama masakan yang gurih?”

“Baju-mu itu loh Jhan, kok kayak gak pernah ganti? Itu-itu terus yang dipakai?? uang dari Suami-mu itu kamu pakai apa saja sih? Perhiasan ya gak nambah, tas-sepatu juga itu-itu saja?”

“Makanya kamu itu bekerja! Supaya tau kehidupan dunia luar itu seperti apa! Jangan ngendon saja dirumah! Apa kamu gak bosan? Tante saja setiap weekend bosan dirumah, inginnya lekas Senin supaya bisa ke Kampus lagi,”

dan seterusnya dan sebagainya.

Dulu sih hampir setiap hari aku menangis tiap habis diomelin. Sekarang walo masih saja jengkel setengah hidup, tapi sudah gak pernah mewek lagi. Capek!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: