Blast from the past!

January 7, 2010

:: SERANGAN MBAK BULU MATA PALSUUU! ::

attack of the ‘Miss Fake Eyelashes’

eyelashes

Ini cerita udah basi sih. asli. ibarat susu, udah jadi yoghurt kale’…! diketik dan tersimpan rapi di folder rahasia sejak beberapa bulan yang lalu. tapi ah ya sudahlah, daripada ga ada bahan postingan dan bahan gosipan (eh apasih?!)

ya udahlah nyeritain ini aja : asal muasalnya hidupku kembali direcokin oleh teman lama yang bernama Maura.

Sutos Surabaya

Sutos Surabaya

we met again, setelah terakhir kali bersua di our graduation-day. we met at the most happening mall at my city, these days > SUTOS (Surabaya Town Square. IYE CING, ini teh sodaraan ama CITOS- JKT).

Jadi ceritanya aku waktu itu, siang-siang mo ke salah satu butik disana. belanja? oh no…no… i was better than that. i used to supply handmade accessories to one of the boutiques there. later on, i’ll share you the detail lah.

pas abis nyetok barang, ya gak langsung pulang dong. nata barang dulu di display lah sambil ditemenin Tante Farika yang punya butik. pas lagi asik nata barang di manekin, ada seorang mbak-mbak wangiii banget lewat disampingku. Escada, Pacific Paradise.

beberapa menit kemudian, ada yang menepuk pundakku,

“Jhanty ya?” suara yang lumayan familar. aku pun berbalik badan dan ternyata dia adalah….

“Maura?” alisku terangkat melihat sosok mbak-mbak cantik dengan alis tipis dan riasan mata smokey-eyes, PLUS bulu mata palsunyaaa!

“Iya Jhan, ini gue!”

oh oke, it is HER. ga banyak temanku di Surabaya ini yang berbahasa lu-gue.

“Apa kabar? Duh kamu gendutan yaaaa?” terdengar excited saat menyebutkan kalimat terakhir.

“Eh iya nih, biasalah…. gendut kan lambang kebahagiaan, hehehe,” elakku halus.

“Ah kamu bisa aja. Aku bahagia tapi malah tambah lama tambah langsing tuh!” Maura mengedipkan mata genit.

berasa kelilipan ular berbisa deh mata eike dikedipin sama ni orang. oh suddenly i remember why i hate this girl back in college. sialan! dibalik counter kasir, aku melihat si Tante Farika tertawa lebar tanpa suara.

“Ih ini kalungnya bagus banget ya? Aku suka lho aksesori merk J* yang kayaknya sih cuman dijual disini,”

“Oh ya?” aku menanggapi dengan simpel. oh wow, jadi dia salah satu regular customer produk-ku?

“So, how are you? Duh….. sekarang kerja disini nih?” tanya Maura sambil matanya menatap manekin yang masih kupegangi. nada suaranya terdengar, err… melecehkan? sooooo Maura! Maura banget lah.

saat itu juga, momen demi momen mengesalkan antara kami berdua, berkelebat didalam benakku.

oke ini cuma ilustrasi. we were not cheerleaders.

Photobucket

“Lho Maura kenal Jhanty ya?” saved by the bell. Tante Farika came to the rescue!

“Iya Tanteeee… dulu kami sekampus! Begitu lulus, aku jadi sekretaris, eh dia kerja disini. Ih kebetulan banget bisa ketemu ya, seneng deh. Aku abis nemenin Pak Boss aku meeting di Tator Cafe sana loh!” nyerocos aja tuh si mbak satu ini. aku diem aja.

“Kawan akrab?” tanya Tante Farika lagi dengan senyum penuh makna memandangku.

“Bangeeeeet!” jawab Maura tetep dengan nada suara excited! high-pitch sound lah. demi mendengar jawaban Maura itu, aku pun langsung memberi dia ‘no-we-were-not’ look.

ih enak aja ngaku-ngaku!

“Jhanty ini keponakan Tante. Dia itu supplier aksesori loh disini. Tuh yang kamu pake? Kamu beli bulan lalu kan sama yang merah juga? Itu dia yang bikin loh!”

nah. aku sudah bisa mulai tersenyum.

“Oh yaaaa?” Maura menatapku tak percaya. andai yang ngomong gitu bukan Tante Farika, owner-nya butik ini, pasti dia ga bakalan mau percaya kalo merk aksesori favoritnya adalah BUATAN-KU! hah!

“Jhanty kamu dari tadi kok diem aja sih? Terlalu excited ya ketemu teman lama,” Tante Farika kembali menggodaku. ARGH Tante apa-apaan sih?

“Maura, sorry tas pesenan kamu belom ada. Nanti kalo sudah ready stock, pasti kamu tante telpon,” dan Tante Farika pun memberi cipika-cipiki pada Maura dan melenggang kembali melayani customer.

“Uh Maura, sori nih but i have to go back to work,” aku memberi senyuman garing dan berharap dia segera say goodbye and get the hell outta the boutique!

Photobucket

“Iya nih aku juga sibuk banget, tadi aku ninggalin Pak Boss aku pamitan mau shopping bentar disini. Yah maklumlah tanggal muda gini kayaknya kegiatan sehari-hari ya kalo gak nge-mall buat makan, ya shopping lah,”

GAK TANYA! batinku sambil menggigit bibir.

“Oh ok,” wajahku udah pasrah banget. ni anak gak kudu kembali ke Pak Boss-nya ya? KERJA GIH sono!

“Jhanty, besok lo ada acara gak? Kita ketemuan yok disini? After working-hours, around 5.30 pm?”

“Wah jam segitu kan jam-nya orang sholat Maghrib!” aku berusaha mengelak.

“Oh,…. iya ya? Ya udah, gue tungguin lo di Black Canyon Coffee jam 6.30 ya?” Maura menatapku dengan pandangan berharap. i didnt know what she was up to.

Photobucket

“Aku ga suka ngopi,” jawabku lagi.

“Oh ya udah kalo gitu, ehm, Sabtu deh. Jam 7 kita ke Soho ya? Mau ya?? Sabtu itu ulang tahun-ku lho… Masa kau mau menolak sih undangan dari teman lama ?” argh! aku pun tak kuasa menolak.

“Ok fine, Sabtu,” aku menyerah pasrah.

“Ah senangnya! Kamu boleh ajak pacar lho, eh……………. kalo kamu punya sih…” Maura mengulum senyum, “Dan oh, acaranya semi-formal loh. Eng… no jeans okay?” matanya dipicingkan, naik turun memandangi penampilanku hari itu yang cuma pake jeans, kemeja kotak-kotak, dan boots. WTF?!! What Tje Fukkk?!

WHY DID I EVEN SAY YES. WHY GOD? WHYYYYY?

dan Tante Farika pun tak bisa menahan tawa-nya begitu punggung Maura tak nampak lagi diluar butik sana.

Sumber gambar : Getty ; Best Stuff ; Sutos (from flickr) ; bulu mata palsu ; cheerleaders ; dan lain-lain dari google.

Advertisements

3 Responses to “Blast from the past!”

  1. […] Kamu masih ingat Mbak Bulu Mata Palsu ini? I wish I cud just forget about her existence in my life….hahaha….. Oh well, I have done […]

  2. Andreina said

    huahahahaha….

    Maura! yaelah tu mahluk Tuhan masih tetep kyk dulu ya? masih tetep dah kite brasa pengen ngelakban tu mulut manis berbisa!

    eh bok, apa maksudnya nih kalimat ini? “oh oke, it is HER. ga banyak temanku di Surabaya ini yang berbahasa lu-gue.”

    brarti gw barang langka dong yak? ya maap dong, jangan salahin gw kalo gw dulu lahir di puskesmas deket Kampung Rambutan, trs akibatnya logat gw jadi begindang!

    parah abis dah lu berdua! =))

  3. desde_mona said

    huwaaaaaa!

    labil banget nih ibu rumah tangga satu ini, huakakakaka… barusan aku di bbm ama Andre, aku kira dia bercanda waktu bilang kamu sekarang ngeblog dan bawa-bawa nama Maura disini.

    meskipun aku sudah tau cerita ini langsung dari bibir berbisamu itu, membacanya tetaplah memberikan sensasi berbeza ya?

    aku kira aku aja yang apes bisa ketemu Maura di Galaxy setahun yang lalu, ternyata lantas kau juga.

    tabah ya nak! by the way, pesananku jadi loh ya!

    ***kiss kiss love love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: